Ikuti Kami
POLLING
170
Pada 2024 pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kampar akan dilangsungkan. Siapa diantara mereka menurut saudara sosok yang tepat untuk 5 tahun ke depan? (Urut nama sesuai berdasarkan abjad)

Kampar

Ketua Umum Dekranasda Kampar Ricana Djayanti Sambangi Rumah Kelompok Produksi Tenun Songket

pada

Inilahkampar.com, Kampar Utara — Pembinaan demi pembinaan selalu dilakukan oleh Ricana Djayanti Hambali selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kampar Ricana Djayanti Hambali kepada para pengrajin yang ada di Kabupaten Kampar.

Kali ini Ricana Didampingi oleh Ketua TP PKK Kecamatan Tapung sambangi rumah kelompok produksi tenun songket Desa Pagaruyung yang diketuai oleh Lia yang merupakan salah satu produsen tenun songket Kampar, Senin (26/02/2024).

Dalam kunjungannya kali ini, Ricana berkesempatan melihat langsung bagaimana proses pembuatan kain tenun songket Kampar oleh Lia dan kawan-kawan sebagai pemilik dan pengrajin tenun songket ini.

Kelompok produksi tenun songket Desa Pagaruyung berdiri sejak 10 tahun menekuni kerajinan ini, bahkan dulunya ini merupakan binaan Ricana saat menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Tapung.

Disela-sela kunjungannya, dalam rangka pembinaan terhadap pengrajin ini, Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Kampar ini sampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pengrajin dikarenakan memiliki kesabaran, ketelatenan dan ketelitian dalam mengerjakan tenunan yang cukup dinilai sulit.

Disisi lain juga merasa miris karena belum adanya peningkatan produksi dikarenakan terhentinya pembinaan dan kendala mofal serta pemasaran.

“Setelah melihat hasil dari pekerjaan tenun songket ini, kita dapat menilai sendiri betapa tingginya harga dari suatu keahlian dan keterampilan terutama menjadi seorang pengrajin tenun di daerah kita pada zaman sekarang ini sangatlah langka, tenun songket ini merupakan Hand Made yang sangat membutuhkan ketelitian ekstra, untuk saya mengajak semua pihak terkait mari kita bangkitkan kembali pengrajin tenun songket di Kabupaten Kampar,” ucap Ricana.

Ricana juga mengatakan bahwa Dekranasda Kabupaten Kampar akan mendukung penuh para pengrajin tenun songket ini, baik dalam mengembangkan usahanya dan membantu pemasarannya, baik dalam daerah maupun luar daerah, dengan salah satu cara membuka galeri Dekranasda Kabupaten Kampar. Dengan demikian kita juga ikut melestarikan kebudayaan karena songket merupakan salah satu bahan pakaian adat di Kampar.

Ricana meminta kepada pihak Dinas Perindag dan Ketenagakerjaan Kabupaten Kampar untuk ikut mendukung dalam pengembangan tenun songket Kampar ini dengan cara membantu dalam membuat hak cipta serta mengadakan pelatihan bagi pengrajin yang juga merupakan pelaku UMKM agar lebih mampu mengembangkan kerajinan ini dan mencari penerus yang merupakan PR kita bersama dalam melestarikan tenun songket Kampar ini.

Seperti yang dilaporkan bahwa ada lebih kurang 20 orang pengrajin yang ada di Desa Pagaruyung Kecamatan Tapung ini, dengan permasalahan yang sama yaitu permodalan dan pemasaran serta ini harus segera dibangkitkan kembali agar mata luar tahu bahwa Kampar memiliki identitas dibidang tenun kain.

“Tenunsongket Kampar ini dibandrol dengan harga mulai dari 2.900.000 rupiah sampai 4.000.000 rupiah, harga ini sangat wajar mengingat bahan baku yang juga mahal dan terlebih pembuatannya yang rumit dan memakan waktu satu bulan untuk satu kain tenun songket,” ujar Ricana.

Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Kampar ini memberikan apresiasi dan langsung memesan sebanyak 10 pasang kain tenun songket yang akan digunakan dan dipakai saat pembukaan MTQ tingkat Provinsi Riau di Dumai pada April 2024 mendatang. Ini yang merupakan salah satu bukti dukungan kepada pengrajin.***