Ikuti Kami
POLLING
170
Pada 2024 pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kampar akan dilangsungkan. Siapa diantara mereka menurut saudara sosok yang tepat untuk 5 tahun ke depan? (Urut nama sesuai berdasarkan abjad)

Kampar

Syahrul Aidi Datang ke Kampar Bersama Kementerian PUPR, Berwacana Jadikan Kawasan Candi Muara Takus Jadi PSN

pada

Inilahkampar-BANGKINANG- Sebagai perwakilan masyarakat Riau di DPR RI Senayan Jakarta, Syahrul Aidi Maazat ingin benar-benar berbuat maksimal untuk memajukan daerah melalui dana pusat. Terlebih saat ini politisi PKS itu duduk di Komisi V yang memang membidangi infrastruktur.

Perjuangan dan upaya Syahrul itu kembali terlihat dari kunjungan yang dilakukannya bersama
Ketua Tim Komisi V DPR RI H. Muhammad Iqbal, S. E., M. Com, Ir. Effendi Sianipar, Ilham Pangestu, Cen Sui Lan, H. Ruslan M. Daud, S.E, M.Ap, H. Irmawan, S.Sos., M.M , Dr. H. Syahrul Aidi Ma’azat, Lc., M.A, Willem Wandik, S.Sos, H. Boyman Harun, S.H, bersama Tim Ditjen Cipta Karya dan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR ke beberapa titik seperti candi Muara Takus, Danau Rusa, pembangunan Tol Bangkinang Batubersurat dan beberapa titik lainnya.

Syahrul Aidi kepada wartawan menjelaskan, selama ini penataan komplek candi Muara Takus itu belum maksimal karena ditangani secara parsial. Oleh karena itu, Syahrul ingin ke depan pembangunannya dapat terintegrasi maka harus didorong menjadi program Proyek Strategis Nasional (PSN).

Hal ini kata Syahrul sebagai langkah menyiapkan kawasan pariwisata demi pengembangan ekonomi sekitar jalan tol. Di mana jalan tol menurut Syahrul tidak hanya tempat numpang lewat orang saja. Untuk itu, perlu dipersiapkan sebuah kawasan yang mampu menarik orang untuk datang maupun singgah di Kabupaten Kampar.

“Kawasan Muara Takus dan Waduk PLTA Koto Panjang tidak kalah dengan Labuan Bajo dan Danau Toba yang berstatus Program Strategis Nasional. Maka dari itu, kawasan ini perlu kita tata,” katanya, usai mengunjungi kawasan candi Muara Takus, Kamis (16/11/2023).

Syahrul Aidi mengatakan, salah satu penunjang ekonomi itu adalah pengembangan sektor pariwisata. Kini bagaimana cara kita menarik pengunjung berkunjung ke Kampar, salah satunya objek wisata yang tertata dengan baik. Yang salah satu di antaranya, adalah candi Muara Takus yang memiliki sejarah yang sangat luar biasa yang sudah diakui dunia.

“Mudah-mudahan langkah awal ini, menjadi langkah berikutnya, agar terwujudnya masyarakat yang sejahtera di Kabupaten Kampar yang kita cintai ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Syahrul Aidi bersama anggota Komisi V DPR RI juga telah berhasil mendorong revitalisasi Danau Bokuok di Tambang. Pasca direnovasi, Danau Bokuok kini sudah menjadi salah satu tempat wisata lokal yang sangat ramai dikunjungi sehingga para pelaku UMKM semakin tumbuh di kawasan itu.

Syahrul Aidi Ma’azat saat peresmian selesainya revitalisasi Danau Bokuok Juli lalu mengatakan, bahwa lokasi ini merupakan tanah ulayat ninik mamak Kenegerian Terantang, Kecamatan Tambang dan setiap tahun tradisi masyarakat melakukan tradisi turun temurun yang disebut Maawuo Danau Bokuok.

“Namun akhir akhir ini Danau Bokuok sudah tertutup gulma yang mengelilingi permukaan danau, oleh sebab itu atas kesepakatan tokoh masyakarat dan telah kami lakukan komunikasi dengan Kementerian PUPR perlu dilakukan revitalisasi. Alhamdulilah berkat perjuangan bersama sama-sama dengan teman-teman komisi V pembangunan disetujui dan alhamdulilah telah kita lihat bersama-sama hasilnya,” kata Syahrul Aidi Ma’azat.

Kemudian ia juga berharap bahwa pembangunan Revitalisasi Danau Bokuok ini memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat dengan pemanfaatan kawasan wisata untuk UMKM maupun sebagai destinasi wisata yang representatif.

“Selain itu, untuk tahap kedua kita juga telah melakukan komunikasi untuk pembangunan sarana pendukung seperti jalan sekitar danau maupun akses yang mendukung Danau Bokuok sebagai tempat yang indah, bagus alami dan menyenangkan,” lanjut Syahrul Aidi.

Sebagai informasi, Proyek Strategis Nasional yang tengah diperjuangkan oleh Syahrul Aidi untuk kawasan candi Muara Takus ini adalah proyek yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau badan usaha yang memiliki sifat strategis untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.***