Peristiwa
Ikan di Sungai Tapung Mendadak Mati Diduga Pencemaran Limbah Perusahaan, Camat Tapung Hilir Murka
Inilahkampar.com-BANGKINANG – Puluhan ton budidaya ikan dalam keramba warga di Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau mendadak mati diduga akibat pencemaran limbah PT BuanaWiraLestari(SinarMasGroup). Jenis budidaya ikan dalam keramba warga yang mati mendadak ini berjenis ikan Bawung, geso dan ikan Tapa. Selain itu berbagai jenis ikan di Sungai Tapung juga terdapat mendadak mati.
Camat Tapung Hilir, Nurmansyah, SSTP, M.Si kepada inilahkampar.com, Kamis (2/4/2026) mengungkapkan, akibat kematian ikan secara mendadak ini karena sungai Tapung tercemar diduga limbah dari PT Buana Wira Lestari (Sinar Mas Group) yang menyasar ke Sungai Tapung.
Nurmansyah menyampaikan bahwa petani ikan ini merugi ratusan juga. Petani ikan kerambah yang mendadak mati ini terdapat di 3 Desa yang ada di Kecamatan Tapung Hilir, yakni Desa Kota Garo, Desa Kota Aman dan Desa Sekijang.
“Kalau di Desa Kota Garo 15 keramba terdiri dari jenis ikan tapa dan bawung. Sementara di Desa Kota Aman lebih kurang 10 keramba ikan berjenis tapa. Sekijang juga sekitar 15 keramba ikan berjenis Tapa. Petani kita merugi ratusan juta rupiah,” ujarnya.
Mantan Kasubag Protokoler dan Publikasi Sekretariat DPRD Kabupaten Kampar ini juga mengungkapkan bahwa ikan di sungai Tapung juga banyak ditemukan mati mendadak berbagai jenis ikan. Sungai Tapung sangat busuk.
“Sementara di Sungai Tapung ini juga banyak ditemukan ikan yang mati mendadak berbagai jenis ikan. Biasanya para nelayan pendapatan dari 150 kilogram sehari, namun setelah tercemar ini tak satu kilo pun mereka dapat,” ungkap Nurmansyah kesal.
Ia kembali kekesalannya kepada pihak PT Buana Wira Lestari ini, karena ia menilai limbah sudah menyasar ke seluruh sungai Tapung, sehingga tak ada lagi ikan yang hidup. Dan sungai sangat busuk.
“Airnya tercemar. Dugaan kita limbah dari PT Buana Wira Lestari. Limbah ini sudah menyasar ke Sungai Tapung. Perhari ini mungkin tidak ada lagi ikan akibat air Sungai Tapung ini tercemar. Sungai terbauh sangat busuk. Kemarin sudah turun tim dari DLH Kampar mengambil sampel,” ujarnya.
Camat Tapung Hilir ini juga menyayangkan kejadian ikan mati mendadak di sungai Tapung maupun di dalam kerambah milik warga ini, pihak PT Buana Wira Lestari belum memberikan tanggapan.
“Sampai saat ini belum ada kebijakan dari PT Buana Wira Lestari, maupun memberikan klarifikasi ataupun melihat wilayah sekitar yang terdampak oleh limbah mereka. Kejadian kematian ikan di Sungai Tapung ini pada perbulan Maret 2026 sudah tiga kali dalam waktu berdekatan,” ungkap Nurmansyah menambahkan.***(Wal)

