Ikuti Kami

Kampar

Rumah Dinas Ketua DPRD Kampar Jadi Tuan Rumah Muzakarah Alumni Darussalam

Suasana alumni Pondok Pesantren Darussalam saat mengikuti muzakarah di rumah dinas ketua DPRD, H. Ahmad Taridi, SHI. MM

INILAHKAMPAR-BANGKINANG – Tradisi keilmuan Islam kembali menguat di Kabupaten Kampar. Ratusan alumni Pondok Pesantren Darussalam Batu Bersurat/Kabun menggelar muzakarah kitab kuning di Rumah Dinas Ketua DPRD Kampar, H. Taridi, S.H.I., di Jalan Sisingamangaraja, Bangkinang, Senin malam (4/5/2026).

Kegiatan yang menjadi agenda rutin para alumni ini dilaksanakan secara bergilir. Untuk kesempatan kali ini, Ketua DPRD Kampar H. Taridi mendapat giliran sebagai tuan rumah. Muzakarah dipimpin oleh Ustadz Syaifullah dan berlangsung khidmat dengan nuansa kekeluargaan yang kental. Peserta dari berbagai angkatan tampak antusias mengikuti pembahasan kitab kuning, sebagai bagian dari tradisi intelektual pesantren yang telah mengakar kuat.

Menambah bobot kegiatan, muzakarah turut dihadiri Ustadz H. Amal Fathullah, Lc. MA anggota DPRD Provinsi Riau. Ia merupakan alumni sekaligus putra dari Abuya Syech H. Ala’iddin Ath-Thory Aidarus, Lc., pimpinan Pondok Pesantren Darussalam. Kehadirannya menjadi simbol kesinambungan nilai dan perjuangan keilmuan lintas generasi.

Muzakarah ini tidak sekadar menjadi forum kajian, tetapi juga wadah strategis dalam mempererat ukhuwah islamiyah antaralumni yang kini berkiprah di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Selaku tuan rumah, H. Taridi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa tradisi muzakarah kitab kuning merupakan warisan intelektual yang harus terus dijaga sebagai benteng moral dan spiritual umat.

“Ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang untuk menjaga marwah keilmuan pesantren agar tetap hidup dan relevan di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Syaifullah menekankan pentingnya istiqamah dalam menuntut ilmu serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Muzakarah ini adalah upaya menghidupkan kembali ruh keilmuan pesantren, tidak hanya memahami teks, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan tradisi muzakarah kitab kuning ini terus berlanjut secara konsisten dan menjadi sumber kekuatan spiritual serta intelektual bagi masyarakat Kampar.

Melalui kegiatan ini, alumni Pondok Pesantren Darussalam kembali menegaskan perannya sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus perekat ukhuwah di tengah dinamika kehidupan modern.***